Peluang Usaha Menggiurkan dari Budidaya Lele, Pasti Untung dan Mudah!

Peluang Usaha Menggiurkan dari Budidaya Lele, Pasti Untung dan Mudah!

by Erin Nuzulia
ikan lele 1

 

Di tengah kondisi krisis ekonomi akibat badai PHK di berbagai lini usaha, Anda bisa mencoba budidaya ikan lele untuk menjadi peluang usaha menguntungkan Anda. Budidaya ikan lele bisa menjadi pilihan usaha yang tepat bagi Anda karena perawatannya yang cukup mudah. Hal ini karena ikan lele memiliki daya survival hidup yang tinggi dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Selain itu, Anda juga tidak perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi untuk memulai usaha ini karena hal yang terpenting yaitu ketekunan, ketelatenan, dan keseriusan. Tahapan budidaya lele juga mudah dan tidak rumit. Penjelasan tahapan selengkapnya bisa dilihat di sini. Lalu, apa saja hal penting dalam budidaya lele? Simak penjelasannya berikut ini.

Peluang Usaha Menggiurkan dari Budidaya Lele, Pasti Untung dan Mudah!

1.  Persiapkan Kolam

ikan lele 2

Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum memulai budidaya ikan lele yaitu mempersiapkan kolam. Kolam merupakan hal penting yang harus diperhatikan karena kolam menjadi tempat tumbuh kembang ikan lele. Jika kolam dipersiapkan dengan baik maka ikan lele dapat tumbuh dengan baik dan sehat sehingga hasil panen akan berlimpah.

Untuk kolam lele, ada beberapa jenis kolam yaitu kolam terpal, kolam tanah, kolam tembok, ternak lele bioflok, dan kolam drum. Semua jenis kolam memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun jika Anda adalah pemula dalam usaha budidaya ikan lele, sangat dianjurkan untuk memilih kolam terpal karena biayanya lebih murah dan mudah membuatnya.

Selain itu, pembuatan kolam wajib memperhatikan sumber air. Air yang digunakan untuk kolam harus air bersih dengan suhu sekitar 28oC hingga 32oC. Anda juga harus menyesuaikan ukuran kolam dengan jumlah lele yang akan dikembangbiakkan. Jangan sampai bibit lele terlalu banyak namun ukuran kolam lebih kecil dari ukuran ideal karena ikan lele bisa kehabisan oksigen dan bisa berakibat mati.

Baca Juga :  4 Produk Slow Cooker Mulai dari Termurah hingga Termahal

Idealnya setiap 1 meter luas kolam dapat maksimal menampung 100 ekor lele. Kemudian selain air kolam, hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kolam budidaya ikan lele yaitu pemupukan dan pengapuran kolam agar air kolam siap untuk dimasuki bibit. Jika air kolam telah ditumbuhi lumut sehingga berwarna kehijauan berarti kolam siap untuk digunakan.

2. Memilih Bibit Unggul

ikan lele 3

Hal penting kedua yang harus diperhatikan yaitu memilih bibit unggul. Bibit yang unggul akan mempengaruhi hasil panen nanti. Bibit lele yang baik yaitu aktif bergerak, lincah, warnanya mengkilap, dan tidak ada bercak. Kemudian dilihat dari ukurannya juga seragam dan dapat berenang melawan arah arus jika diletakkan di kolam berarus.

3. Menebar Bibit yang Benar

Cara menebar bibit lele juga perlu diperhatikan, bukan hanya pemiliha bibitnya saja. Hal ini karena banyak peternak lele pemula yang salah saat menebar bibit yang berakibat pada kematian bibit. Kematian pada bibit ini disebabkan karena bibit lele kaget dan stress dengan perubahan lingkungan secara mendadak.

Sebenarnya cara menebar bibit yang baik yaitu dengan memasukkannya secara bertahap ke dalam kolam. Ketika bibit akan dimasukkan ke kola, masukkan beserta wadahnya sekalian secara pelan-pelan. Biarkan selama 15-30 menit sehingga bibit lele bisa beradaptasi dengan suhu air.

Setelah 30 menit, miringkan wadah berisi bibit tersebut sehingga bibit lele bisa keluar dengan sendirinya. Sebaiknya bibit mobil ditebar pada malam hari karena ikan lele lebih tenang saat malam hari dibandingkan siang hari.

4. Memberi Pakan Terbaik

ikan lele 4

Agar bibit lele mampu tumbuh kembang dengan baik, tentunya harus diberikan pakan yang baik pula. Ada dua jenis pakan untuk bibit lele yaitu pakan alami yang berupa fitoplankton dan cacing dan pakan buatan yang berupa pelet.

Baca Juga :  [Review] Film Terminator Dark Fate

Bibit lele akan memakan pakan alami yang ada di kolam, namun juga memerlukan pakan tambahan buatan berupa pelet. Pelet tersebut biasanya berbentuk butiran yang mengandung protein dan vitamin sehingga dapat menunjang pertumbuhan bibit. Pelet harus disesuaikan dengan ukuran tubuh lele. Jika masih bibit berarti berikan dalam bentuk butiran kecil, namun jika sudah besar berarti harus diberikan pelet yang ukurannya lebih besar.

Anda bisa memberikan pakan alternatif untuk bibit seperti misalnya keong yang dicacah, ikan rucah, campuran pelet, dedak, daun singkong, atau campuran dedak dan pelet saja. Pakan harus diberikan 3 kali sehari dan harus rutin. Bagi bibit lele, pemberian pakan harus lebih sering lagi karena bibit lele mudah merasa lapar.

Namun pemberian pakan juga tidak boleh berlebihan. Oleh karena itu, berikan pakan secara sedikit demi sedikit untuk melihat responnya seperti apa. Jika lele terlihat bersemangat maka lanjutkan pemberian pakan. Namun jika lele terlihat malas makan, hentikan pemberian pakan.

Perlu diingat bahwa pakan lele yang mengendap di dasar kolam sehingga bisa menimbulkan gas ammonia. Alhasil ikan lele bisa mati karena menghirup gas ammonia tersebut. Satu lagi, Anda tidak boleh telat memberikan pakan karena lele bisa memangsa temannya sendiri yang berukuran lebih kecil ketika sedang kelaparan.

5.  Proses Panen

Budidaya ikan lele akan menguntungkan jika Anda memperhatikan hal-hal di atas. Akhirnya setelah memasuki masa panen sekitar 2,5 – 3 bulan, lele akan siap dipanen. Ukuran panen ikan lele dalam satu kilo rata-rata berisi 5 – 9 ekor lele. Untuk memanen ikan, Anda perlu menggunakan serok dan jaring agar mudah menangkap lele. Selain itu, sebagian air kolam juga harus dikuras sehingga tersisa kurang lebih setinggi 10 cm. Kemudian terakhir lakukan sortasi setelah ikan lele selesai dipanen.

Baca Juga :  Rekomendasi 4 Film Kartun Terbaik untuk Hiburan di Rumah!

 

You may also like